1. lionofallah:

    Excuse #1:Allah is al-Ghafoor ar-Raheem. He will forgive me.

    Excuse #2: I know I have to pray, but I am too tired/lazy.

    Excuse #3: I am SO busy at work, I don’t have time to pray.

    Excuse #4: I pray; I just delay it until it is convenient for me or I pray it Qadaa.

    Excuse #5: I pray the 4 prayers. I only miss Fajr because I have to do Ghusl.

    Excuse #6: My position/boss/studies/does not allow me.

    Excuse #7: If I pray, I will be fired from my job!

    Excuse #8: I want to pray but my children are so young I can’t leave them and pray

    Excuse #9: I can’t pray at my job/school/public place. I am too embarrassed /they will think I am a TERRORIST!

    Excuse #10: If I pray, people will think that I show off. So I don’t pray.

    Excuse #11: I have made/am making so many mistakes in my life, it is no use for me to pray. Allaah will never forgive me.

    Excuse #12: I don’t pray, but I have a good heart.

    Excuse #13: But, I pray every Jumuah. Isn’t that enough?

    Excuse #14: My spouse/parents don’t pray. Why should I??

    Excuse #15: I will pray when I am older/after Hajj/ Ramadhan.

    CONCLUSION:

    There can be no excuses as far as Salah is concerned. We have to pray all the five prayers and all of them on time.

    “O you who believe! Fear Allah, and be with those who are true (in words and deeds).” [ al-Tawbah:119]

    “Guard strictly the (five obligatory) prayers, especially the middle Salaat (˜Asr). And stand before Allaah with obedience.” [Surah al-Baqarah 2:238] 

    No matter where you are, what ever you do, Never Forget your Salah.

    - More Inspiration | www.lionofAllah.com

     


  2. "To every cry of ‘Oh Allah,’ He answers a hundred times, ‘I am here.’"
     

  3. tralalacupcake:

    notherebyaccident:

    Photos of kids going to school in various parts of the world.

    This touched me

    (via ferdiann)

     

  4. nezhafath:

    did-you-kno:

    99% of Sweden’s trash is recycled. Source

    Gaul…

     


  5. "Aku punya semacam trauma, terhadap kata-kata yang kukeluarkan sendiri. Semakin sering aku berkata, semakin nampak jelas di mataku kebodohanku. Sering, aku berharap tak pernah mengatakan ini dan itu. Jika itu tweet, status, atau blogpost, sesal bisa ditindaklanjuti dengan menghapusnya. Tapi yang telah terucap lisan takkan dapat ditarik kembali. Maka yang dapat kulakukan adalah memperhatikan apa yang akan kukeluarkan dari mulutku dan, mungkin yang lebih penting, menjaga apa yang masuk ke dalam kepalaku."
    — 

    (via yasirmukhtar)

    Maka yang dapat kulakukan adalah memperhatikan apa yang akan kukeluarkan dari mulutku dan, mungkin yang lebih penting, menjaga apa yang masuk ke dalam kepalaku.

    (via dokterfina)

    (via dokterfina)

     


  6. "Harus segera disadari bahwa masa depan sebuah bangsa terletak pada kekuatan keluarga di rumah, bukan pada warung di dekat rumah yang bernama sekolah."
    — Daniel M. Rosyid dalam “Belajar Bukan Bersekolah.” (via nezhafath)
     


  7. "Aku tidak akan mengajakmu berlari jika kau tak ingin. Aku akan berjalan bersamamu jika itu maumu. Aku akan ikut merangkak kalau itu yang kau bisa. Apapun itu, aku akan selalu ada. Menemani kau satu per satu mencapai finish bersama-sama. Pokoknya semuanya harus sampai garis finish!"
    — ~Caterpillar, Fragmen Seribu Kaki (via sasadara-kawuryan)
     

  8. Malam ini kami bersama-sama menyadari, setelah hampir sebulan bersama : waktu terasa lebih cepat dari biasanya. Ya, kami akan sampai di penghujung masa KKN. Pada awalnya waktu sebulan adalah waktu yang terasa sangat panjang dan lambat. Namun seiring berjalannya waktu, semua terlalui begitu saja.

    Apakah kami menikmati waktu-waktu ini? || Maka katakanlah demikian

    Sebulan bersama, tercipta suatu keluarga baru. Kata oknum RZL, sekarang kami adalah saudara. Dan terbitlah harapan-harapan kecil agar kekeluargaan ini tidak berhenti sampai disini. Agar kedepan kami masih dapat tetap menikmati tawa satu sama lain. Serta agar kami tak pernah lupa, ada persaudaraan yang tetap harus dijaga.

    Selamat atas berakhirnya KKN dan selamat atas lahirnya saudara-saudara baru

     


  9. "Dendam itu racun yang kita tenggak sendiri, lalu kita berharap orang lain yang mati. Memaafkan adalah penawarnya"
    — Salim A. Filah (via mengejakata)

    (via syaffarahmah)

     


  10. herricahyadi:

    Ibn al-Qayyim berkata:

    "Jika Allah memudahkanmu untuk selalu bangun shalat malam, maka jangan pernah mencibir mereka yang terlelap tidur…

    Jika Allah memudahkanmu untuk selalu berpuasa, maka jangan pernah mencibir mereka yang tidak mengerjakannya…

    Jika Allah memudahkanmu untuk terjun di…

    (via syaffarahmah)