1. "Aku tidak akan mengajakmu berlari jika kau tak ingin. Aku akan berjalan bersamamu jika itu maumu. Aku akan ikut merangkak kalau itu yang kau bisa. Apapun itu, aku akan selalu ada. Menemani kau satu per satu mencapai finish bersama-sama. Pokoknya semuanya harus sampai garis finish!"
    — ~Caterpillar, Fragmen Seribu Kaki (via sasadara-kawuryan)
     

  2. Malam ini kami bersama-sama menyadari, setelah hampir sebulan bersama : waktu terasa lebih cepat dari biasanya. Ya, kami akan sampai di penghujung masa KKN. Pada awalnya waktu sebulan adalah waktu yang terasa sangat panjang dan lambat. Namun seiring berjalannya waktu, semua terlalui begitu saja.

    Apakah kami menikmati waktu-waktu ini? || Maka katakanlah demikian

    Sebulan bersama, tercipta suatu keluarga baru. Kata oknum RZL, sekarang kami adalah saudara. Dan terbitlah harapan-harapan kecil agar kekeluargaan ini tidak berhenti sampai disini. Agar kedepan kami masih dapat tetap menikmati tawa satu sama lain. Serta agar kami tak pernah lupa, ada persaudaraan yang tetap harus dijaga.

    Selamat atas berakhirnya KKN dan selamat atas lahirnya saudara-saudara baru

     


  3. "Dendam itu racun yang kita tenggak sendiri, lalu kita berharap orang lain yang mati. Memaafkan adalah penawarnya"
    — Salim A. Filah (via mengejakata)

    (via syaffarahmah)

     


  4. herricahyadi:

    Ibn al-Qayyim berkata:

    "Jika Allah memudahkanmu untuk selalu bangun shalat malam, maka jangan pernah mencibir mereka yang terlelap tidur…

    Jika Allah memudahkanmu untuk selalu berpuasa, maka jangan pernah mencibir mereka yang tidak mengerjakannya…

    Jika Allah memudahkanmu untuk terjun di…

    (via syaffarahmah)

     


  5. sientongs:

    Apakah kamu pernah bertemu seseorang yang kebaikannya tidak pernah kamu lupakan? Kebaikan yang kamu dapatkan di saat yang tepat; yang jika saja kebaikan itu dilakukan di waktu dan kondisi yang berbeda maka bisa jadi kamu akan menganggapnya biasa saja.

    Apakah kamu pernah mengenal seseorang yang…

    Kebaikan yang paripurna :)

     


  6. "Every breath is a step to the afterlife, so have compassion for one another. This is a journey, the kindness that you show to fellow travelers engenders love. We are all on this journey together."
    — Shaykh Hamza Yusuf (at RIHLA 2014)

    (Source: simplyhasanah, via nousya)

     


  7. "Your mother may seem overbearing but that’s because she carried you for nine months and you need to remember that you’re the only one who knows what her heart sounds like from the inside."
    — I know I don’t say it enough but I love you, mom (via unpoeticheartbreak)

    (via nousya)

     


  8. Saat kita mulai dewasa, otak kita mulai kelebihan beban pikiran. Misal saat ingin marah, menangis, atau menunjukkan ekspresi tertentu. Kelebihan pikiran tersebut kita gunakan untuk memikirkan sekiranya bagaimana respon orang lain ketika kita mengeluarkan marah, tangis, atau ekspresi tertentu tersebut.

     


  9. "

    Berhati-hatilah terhadap wanita yang lebih memperhatikan penampilannya daripada sopan santunnya.

    Wanita yang menonjolkan tubuhnya untuk menarik perhatian, sulit dibayangkan bisa menjadi istri yang setia.

    "
    — Mario Teguh (via superbmother)
     


  10. "Biasanya seseorang mengaku takut ketinggian itu bukan takut pada tingginya tempat dimana ia berada, tapi ia takut jatuh, takut terluka, bahkan takut mati.
    Sekalipun takut mati, biasanya bukan takut pada matinya. Tapi takut pada pertanggungjawaban pada Tuhannya, takut disiksa, takut neraka."
    — (via sintamarlita)