1. Bersyukur

    Suatu hari, berbicara tentang hidup adalah berbicara mengenai bagaimana kita mencoba memaknai kata syukur.

    Bukan hanya perkara kesedihan, kehilangan, kegalauan, atau keriangan.

    Syukur membuat bahagia. Kebahagiaan yang tahan lama.

    Memiliki keluarga yang hangat, sahabat-sahabat yang peduli, saudara yang asik, tetangga yang ramah, harta yang cukup, tubuh yang sehat, dan segala yang kita miliki sekarang.

    Mulailah bersyukur.

    Seringkali kita bersedih, merasa menderita karena hilangnya satu nikmat. Padahal sesungguhnya banyak nikmat Allah lainnya yang bertebaran yang masih lupa kita syukuri.

    ***

    Bersyukurlah, kelak Allah akan menambah nikmatmu. Bersyukurlah, semoga Allah mengembalikan apa-apa yang hilang.

     


  2. risasnumbertwo:

    Pernah kamu merasa kehilangan?

    Saat seseorang yang masih ada tiba-tiba tidak ada lagi di sampingmu. Saat seseorang yang masih ada tiba-tiba hanya kau pandangi dari kejauhan, dengan sesekali bertegur sapa.

    Aku sering kehilangan.

    Saat seseorang yang pada suatu masa sangat dekat dengan kita,…

    (via novidwimukti)

     


  3. Adakah yang lebih menyenangkan selain bercerita tentang diri sendiri?
    : Ada, didengarkan.

    ***

    aku memberi kesempatan padamu agar kamu merasakan bagaimana bentuk perasaan senang itu.

    Maka berilah aku perasaan itu.
    Aku ingin didengar.

     


  4. "Sekali menjadi introvert, maka tetaplah ia seorang introvert, bahkan di tangan mereka yang terdekat."
     


  5. "Memang tidak ada kata terlambat untuk memulai traveling, tapi kalau boleh saya kasih saran, traveling-lah selagi muda! Kalau bisa saya sarankan lagi, traveling-lah selagi single!"
    — Trinity dalam The Naked Traveler 1 Year Round-The-World Trip (via kuntawiaji)
     


  6. "Padahal seringkali kenyataan tidak semanis ucapan"
     


  7. "Kelak, rumah kita tanpa televisi."
    — 

    Mungkin, kamu akan terkejut saat nanti kau memasuki rumah kita dan tidak kau temui televisi di ruang keluarga. Bagaimana bisa?

    Aku lebih suka bercerita dengan keluarga kecilku ketimbang merebahkan badan sembari menonton televisi yang dipenuhi berita perselingkuhan, kekerasan dan korupsi. Sebab aku punya lebih banyak cerita bahagia dan menyenangkan yang siap untuk kubagikan kepadamu dan anak anak.

    Ini caraku menghindarkan anak anak kita dari didikan televisi.

    (via ammarchoirul)

    inget sama seseorang yang sampai saat ini bilang “ga punya tv fin” :D

    (via dokterfina)

    (via dokterfina)

     

  8. dokterfina:

    eyakuyaa:

    Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.

    Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.
    Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan.
    Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati,yang membuat kalian sudi menjadi diri kalian sendiri.
    Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura.

    Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.
    Kalian akan jatuh cinta dan berani mempertanggungjawabkannya.
    Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat.
    Tapi dengan tatap mata dan rasa saling percaya.

    Suatu waktu nanti akan ada seseorang yang datang,dan membuat kalian jatuh cinta tanpa alasan,yang akan kalian jadikan prioritas,nukan sekedar kalian banggakan di media sosial tapi kalian bohongi di kehidupan nyata.

    Suatu hari nanti, kalian akan bertemu seseorang,yang akan mendengarkan cerita kalian di sisa hidupnya,yang akan membuat kalian paham benar apa itu arti kata sayang,yang membuat kalian tidak sabar untuk menghabiskan hari tua bersama, berdua, tanpa ragu. Tanpa sempat terpikir untuk berpindah ke lain hati.

    eyakkkkk ini sweet bangettttt sayang :D love of YOU!

     


  9. dokterfina:

    kuntawiaji:

    Suatu hari seorang kakek ditanya berapakah umurnya. Kakek itu menjawab, “15 tahun.” Alasannya karena baru 15 tahun terakhir dia memakmurkan jiwanya dengan amal saleh. Baginya, umur tidak wajar dihitung jika ia berlalu tanpa upaya memakmurkan jiwa. Kalau begitu, umur kamu berapa?

    #selftalk

     

  10. lionofallah:

    Excuse #1:Allah is al-Ghafoor ar-Raheem. He will forgive me.

    Excuse #2: I know I have to pray, but I am too tired/lazy.

    Excuse #3: I am SO busy at work, I don’t have time to pray.

    Excuse #4: I pray; I just delay it until it is convenient for me or I pray it Qadaa.

    Excuse #5: I pray the 4 prayers. I only miss Fajr because I have to do Ghusl.

    Excuse #6: My position/boss/studies/does not allow me.

    Excuse #7: If I pray, I will be fired from my job!

    Excuse #8: I want to pray but my children are so young I can’t leave them and pray

    Excuse #9: I can’t pray at my job/school/public place. I am too embarrassed /they will think I am a TERRORIST!

    Excuse #10: If I pray, people will think that I show off. So I don’t pray.

    Excuse #11: I have made/am making so many mistakes in my life, it is no use for me to pray. Allaah will never forgive me.

    Excuse #12: I don’t pray, but I have a good heart.

    Excuse #13: But, I pray every Jumuah. Isn’t that enough?

    Excuse #14: My spouse/parents don’t pray. Why should I??

    Excuse #15: I will pray when I am older/after Hajj/ Ramadhan.

    CONCLUSION:

    There can be no excuses as far as Salah is concerned. We have to pray all the five prayers and all of them on time.

    “O you who believe! Fear Allah, and be with those who are true (in words and deeds).” [ al-Tawbah:119]

    “Guard strictly the (five obligatory) prayers, especially the middle Salaat (˜Asr). And stand before Allaah with obedience.” [Surah al-Baqarah 2:238] 

    No matter where you are, what ever you do, Never Forget your Salah.

    - More Inspiration | www.lionofAllah.com